Paranoid

Do you know how does it feels like when you woke up in the morning, then you realized that you already twenty-something-almost-thirty (shit!). Aku bangun pagi ini dan seperti tersadar gitu ternyata “Hey, i’m not a teenager anymore”…”And in this twenty-something-almost-thirty i still haven’t reach the thing that they called GLORIOUS. Pretty Shity, aight…?”

Setelah sedikit menghirup udara pagi. tanpa sempat sikat gigi, langsung aja kuhisap sebatang rokok yang memang sengaja kusisakan semalam khusus untuk ‘membakar’ otak pagi ini. Kalo dibilang hidup ini tidak membahagiakan, well what can i say…? it’s quiet fun and joyfull. Buatku, masih bisa bernafas dan memiliki semua anggota tubuh yang lengkap, ini merupakan berkah yang mesti kusyukurin tiap detik.

Tapi bagaimana dengan mimpi dan tujuan. Well, (oncemore) what can i say?…Aku tetap berusaha sekuat tenaga untuk mengejar semua mimpi dan tujuan hidup. Tapi namanya hidup. Pastilah ALLAH selalu kasih cobaan buat hamba-Nya. Kadang memang aku merasa gagal dan menyerah. Tapi kadang pula aku selalu berpikir positif bahwa, “Dibalik cobaan dan rintangan yang tidak putus ini pasti ada kenikmatan besar yang tiada tandingan…”.

Tapi kapan kebahagiaan itu datang? Masih misteri. Yang aku tahu cuma tertawa, menangis, tersungkur, bangkit dan lainnya. Kapan ALLAH akan menurunkan tangan-Nya untuk mengangkat derajatku - seorang hamba hina sahaya - ketempat yang baik lagi menyenangkan?

Sejujurnya, ada satu hal yang aku takutkan. Aku takut menjadi orang yang hina didunia ini. Apes sepanjangan. Gak beruntungan sepanjang perjalanan. Dan aku tidak mampu bertahan, dan akhirnya aku juga harus menjadi orang sial di akhirat kelak. Itu yang betul-betul aku takutkan…

Diusia yang hampir menginjak 30 ini, aku cuma  sedikit berharap bahwa akan ada secuil celah agar aku bisa menciptakan sebuah kehidupan yang baik didunia ini. Dan akhirnya mencapai apa yang menjadi cita-cita stiap insan. Menjadi penghuni taman Firdaus selama-lamanya.

Terali Besi Dingin

Udara dingin dan lembab menggelayuti malam yang pekat. Bocah berkacamata tebal itu meringkuk disudut ruangan yang bau. Badannya bersimbah peluh yang tampak mulai mengering karena udara panas dan dingin. Kacamatanya pun tampak retak dibagian kaca sebelah kiri. Tampak ia sesenggukan sambil lirih memanggil nama seseorang.

“Hahahahaha…masa’ pembunuh nangis!”, seorang bocah kurus kering dengan rambut yang cepak menghampiri Damar yang tengah meringkuk. Bocah itu memegang sebatang rokok kretek sambil sesekali dihisapnya dalam-dalam. Kira-kira bocah itu berusia 12 tahun.

“Heh! Kenapa loe nangis?! Hah?!”, si kurus semakin dekat dengan Damar. Dan tiba-tiba…

Bukkk…!!!

Si kurus menendang punggung Damar dengan kuat sekali. Tampak Damar hanya sedikit mengaduh.

“Mama…Damar ga kuat lagi. Damar ga kuat lagi, Ma…”, suara lirih Damar nyaris tidak terdengar. Sayup-sayup terdengar suara tawa si kurus yang menggelegar. Suara itu semakin menghilang.

“Mama…Damar ga kuat. Damar mau sama Mama aja…”, suara Damar semakin lirih dan airmatanya semakin deras.

Bocah berkacamata itu tetap terdiam walau si kurus semakin kuat menendangnya sembari tertawa kencang sekali. Malam semakin pekat dan erangan burung hantu membahana dilangit gelap tanpa bulan.

to be continued…

Kacamata

Siang itu sangat panas. Aspal dari Kober menuju Gang Subur terasa tidak bersahabat. Disisi kanan-kiri berdiri dengan megahnya pekuburan Cina yang besar. Angin berhembus pun tidak mampu menyejukkan hari. Ditengah panasnya siang, terlihat bocah-bocah berseragam putih-merah. Satu orang bocah berkacamata dengan perawakan agak gemuk tampak berjalan dengan tergesa-gesa dan diikuti beberapa bocah yang tampaknya berteriak-teriak kearahnya. Dibalik kacamata tebalnya itu, bocah tersebut tampak menangis.

Aku adalah Damar. Seorang pria kecil berkacamata tebal dengan frame yang besar berwarna hitam dan hampir menutupi wajahku yang kecil dan sedikit chubby. Kadang aku merasa kesal dengan kacamata ini. Tidak jarang aku mendapatkan ejekan dari teman-teman sebayaku. Seperti siang itu. Siang yang akhirnya menghantarkan aku ketempat yang tidak pernah aku bayangkan. Tapi bukan salah aku. Salahkan mereka yang selalu mengejek aku. Bahkan sudah 3 kali aku dimarahi oleh Papa karena aku berbohong telah menjatuhkan kacamataku. Padahal yang sebenarnya adalah si Bodong -bocah nakal bertubuh kurus dan rambut keriting dengan kulit hitam- telah merebut kacamataku dan menginjaknya.

“Damar culun…Damar katro…!!!”, mereka mengikuti langkahku sambil terus menerus berteriak mengejek. Suara si Bodong terdengar paling kuat. Aku sudah bosan diperlakukan seperti ini.

“Damar katro…Damar katro…!!!”

“Diiaaaam….!!!!!!!”, aku segera membalikkan badan seraya mengambil batu yang tidak sengaja aku lihat tergeletak seolah sudah diatur sedemikian rupa untuk aku ambil.

“Eh, berani ya…? Anak katro berani ngelawan dan ngebentak sekarang ya?”, si Bodong bersuara dengan congkak dan membuatku semakin kuat menggenggam batu tersebut. Karena kulihat si Bodong berjalan perlahan kearahku. Dengan baju seragam putih-merah yang agak lusuh, dia terlihat sangat congkak sekali.

“Mau gue pecahin lagi itu kacamata, hah?!! Lu macem-macem hah?!”, si Bodong terus berjalan mendekatiku sambil sesekali melihat kearah anak-anak lain dibelakangnya. Anak-anak yang lainnya hanya tertawa-tawa. Ada yang ikutan mengepalkan tangan. Ada yang mengacungkan ibu jari mereka kearahku seolah mereka berkata,”Mampus lu…!”

“Jangan mendekat! Jangan Mendekat!!!”, aku berteriak kepada si Bodong. Tapi tampaknya percuma. Dia semakin mendekat dan kulihat tangannya siap untuk mengambil kacamataku.

“Aaaaaaaaaa…………….!!!!!!!!!!!!!!!”,terdengar jeritan panik dan histeris bocah-bocah.

Aku tidak menyadari apa yang terjadi. Dan bahkan tidak tahu apa yang terjadi. Yang aku tahu, anak-anak yang tadi mengejekku berlarian kesana-kemari. Mereka seperti ketakutan. Mereka takut? Takut sama siapa? Aku memegang kepalaku. Pusing. Aku melambaikan tanganku kearah mereka. Tapi mereka malah semakin terlihat takut.

Wow! Mereka takut sama aku. Aku tersenyum-senyum. Tapi kemudian,…

“Mana si Bodong?”, aku celingukan mencari si anak nakal itu.

Tampak seorang bocah berkacamata dengan seragam putih-merah memegang sebuah batu coral ukuran sedang. Batu itu bersimbah darah. Masih menetes. Dan tidak jauh dari situ, seorang bocah berseragam putih-merah tergeletak dengan kepala bersimbah darah. Tampak ia sudah tidak bernafas lagi. Si bocah berkacamata celingukan sambil tersenyum-senyum penuh kemenangan.

“Damar kan sudah bilang! Damar gak salah!!! Kenapa juga mereka ga pernah berhenti mengejek Damar?!! Papa jangan terus-terusan marahin Damar!”

Plak!

Sebuah tamparan mendarat dipipiku yang mulai basah dengan butiran hangat dan asin. Tidak berapa lama, terdengar dari kejauhan suara sirene polisi yang semakin mendekat. Kemudian terdengar suara pintu diketuk.

“Biar mampus kamu anak laknat! Membusuklah kamu dipenjara!”, Papa terlihat seperti setan murka.

Mama, Damar kangen sekali dengan mama. Seandainya mama masih ada. Pasti mama belain Damar. Pasti Damar gak dimarahin papa sedemikian hebatnya.

to be continued…

F**k You…!!!

Pernah ngomong Fvck ga? Pernah mengacungkan jari tengah? Disaat anda marah, kesal, jengkel, muak, emosi, dan lain sebagainya? Pernah melakukan itu? Tapi anda tahu tidak, apa makna sebenarnya F-word ini? Trus, sejarahnya? Well, saya penasaran sekali. Maka dari itu, saya iseng saja mencari sedikit fakta mengenai F-word ini.

Menurut informasi dari Wikipedia, “F” word ini pertama kali dipakai sebagai kata kerja/ verb yang berarti ‘to have sexual intercourse’ adalah pada tulisan berjudul “Flen Flyys” terbitan tahun 1475.

Pada tahun 1503, seorang sastrawan bernama WIlliam Dunbar menulis sebuah puisi berjudul “Brash of Wowing”. Didalamnya terdapat kalimat : “Yit be his feiris he wald haue fukkit: / Ye brek my hairt, my bony ane” (ll. 13–14).

Tulisan “Fuck You” pertama kali dicetak dan dipublikasikan di USA pada tahun 1951, pada sebuah novel berjudul “The Catcher in the Rye” karya J.D. Salinger.

Dan kata “Fuck” pertama kali muncul di televisi adalah pada tanggal 13 November 1965, di tayangan sebuah acara di BBC-3 TV.

Dan untuk lebih jelas, coba perhatikan kutipan dari wikipedia berikut ini :
that, as a verb, strictly means “to have sexual intercourse.” Its use is generally considered censurable and offensive in more formal, polite, or politically correct circles. On the other hand, it may be rather common or expected in various informal and domestic situations, or among culturally liberal social groups and types.
It is unclear whether the word has always been considered vulgar, and if not, when it first came to be used to describe (often in an extremely angry, hostile or belligerent manner) negative or unpleasant circumstances or people in an intentionally offensive way, such as in the term “motherfucker”, one of its more common usages in North America.
The root fuck is used not only for the verb (both transitive and intransitive), but may also be used to form an emphatic adverb or adjective, a noun, and interjections of various kinds. Where the speaker feels that extreme emphasis is needed, it may happen to be used several times in a sentence, such as in “fuck the fucking fuckers”.

And more fact about history of this F-Word. Coba deh baca yang ini…

Sebelum perang Agincourt pada tahun 1415, Perancis mengantisipasi kekalahan dari pasukan Inggris dengan memotong jari tengah pasukan Inggris yang tertangkap. Karena tanpa jari tengah, para prajurit Inggris tersebut tidak akan mampu memanah dan menggunakan pedang untuk berperang.

Ada senjata perang khas Inggris yang dinamakan English Longbow. Senjata ini dibuat oleh suku asli Inggris yang hidup di pepohonan. Dan teknik menggunakan English Longbow ini biasa disebut dengan kalimat “Plucking The Yew”.

Dan menurut informasi sejarah, Inggris makin banyak memenangkan peperangan atas Perancis. Dan untuk mengejek Perancis yang telah memotong jari tengah prajurit Inggris, setiap kali Inggris memenangkan peperangan atas Perancis, mereka mengejek dengan mengacungkan jari tengah sambil berkata : “See, we can still pluck yew”…

Well do you see the connection?…if you didn’t, try to read this more careful.

Mudah-mudahan tulisan saya ini tidak disensor ya. Tapi kalo disensor? well, what to say? Fuck You?….hehehehe…

May 3rd

What happened on May 3rd?

Well, here’s some facts what was happened on May 3rd…

Events

May 3, 1980 106th Kentucky Derby: Jacinto Vasquez on Genuine Risk wins in 2:02
May 3, 1980 Giants 1st baseman Willie McCovey hits his 521st and final HR
May 3, 1980 Texas Ranger Ferguson Jenkins becomes 4th to win 100 games in AL and NL

Borns

1844: Australian batsman Tom Kelly (2 Tests from 1877 to 1879) was born in Ireland.
1867: England pace bowler Jack Hearne (12 Tests from 1892 to 1899; 49 wickets) was born.
1874: Australian all-rounder and medium pace bowler Bert Hopkins (20 Tests from 1902 to 1909, 509 runs and 26 wickets) was born.
1904: England pace bowler Austin Matthews (1 Test in 1937) was born in Wales.
1945: Pakistani left-hand batsman Sadiq Mohammad (41 Tests from 1969 to 1980; 2579 runs) was born.
1955: Australian left-handed batsman David Hookes (23 Tests from 1977 to 1985; 1306 runs) was born.
1955: Jay Darlington, Kula Shaker’s Kerboardis was born.
1966: APaul Stevenson an Australian badminton player 1996 Olympics was born.

See…This is only few events that held on May 3rd. And one of the most historical event that happened on May 3rd, 1980 for sure…A baby was born into this world without knowing there’ll be a challenging life is waiting for his existences.

Dude…That baby was me. So, Happy birthday to me, even tough a lil bit late for my self. And this year? One more sad and terrifying birthday of my life. However i thank GOD for this wonderful life.

Let me blow the candle while you guys sing me birthday song. Oh, i almost forgot. Do you have any idea, who was wrote this birthday song?

This song was written in the end of 19th century by two sisters, Patty and Mildred Hill. At the beginning, the lyrics wasn’t “Happy Birthday To You..” It is more like “Good Morning To All…”. Those two sisters was teacher, and they sang that song for somekind of morning ritual for the students they teached.

Well, how ’bout that…? Will you sing me one more Brithday Song?

Radio Deejay (hey, that’s me!!!)

Me @ the left side

Banyak orang yang menganggap bahwa siaran merupakan suatu kegiatan yang mudah, simple, dan amat sangat menyenangkan. Well, saya tidak sepenuhnya mengatakan hal itu salah. Namun, perlu disadari bahwa profesi sebagai Radio Deejay (baca:Penyiar) sama seperti pekerjaan lain pada umumnya. Membutuhkan keseriusan dan profesionalisme. Bukan asal siaran. Bukan sekedar bicara on the air, bla…bla…bla…and the bre…and the bre…

Saya jadi teringat sebuah tulisan dari seorang pelaku broadcasting internasional bernama Corey Deitz dalam naskahnya yang berjudul “DJ Jobs:What You Can Expect If You Want To Be On The Radio”. Disana dikatakan :
Announcers in radio and television perform a variety of tasks on and off the air. They announce station program information such as program schedules and station breaks for commercials or public service information, and they introduce and close programs. Announcers read prepared scripts or ad-lib commentary on the air when presenting news, sports, weather, time, and commercials.
Some disc jockeys specialize in one kind of music. They announce music selections and may decide what music to play. While on the air, they comment on the music, weather, and traffic. They may take requests from listeners, interview guests, and manage listener contests.
Newscasters or anchors work at large stations and specialize in news, sports, or weather. Show hosts may specialize in a certain area of interest such as politics, personal finance, sports, or health. They contribute to the preparation of the program content; interview guests; and discuss issues with viewers, listeners, or an in-studio audience.

Para penyiar radio dan televisi melakukan berbagai tugas on air maupun off air. Mereka menyampaikan berbagai informasi program sebuah station seperti Program acara harian dan jeda iklan atau iklan layanan masyarakat, membuka dan menutup program acara. Para penyiar membacakan script yang telah dipersiapkan sebelumnya atau iklan baca secara on air saat menyampaikan berita/informasi, berita olahraga, laporan cuaca, informasi waktu, dan iklan.
Ada pula penyiar yang mengkhususkan pada pembahasan musik. Mereka menginformasikan pilihan lagu-lagu dan memutarkannya. Saat bicara on air, mereka mengomentari lagu yang diputar, menginformasikan cuaca dan lalu lintas.
Mereka juga membacakan request pendengar, mewawancarai bintang tamu, dan mengadakan quiz untuk pendengar.
Pembaca berita bekerja di station yang mengkhususkan pada pemberitaan. Pembawa acara biasanya memiliki kemampuan khusus di bidang tertentu seperti politik, keuangan, olahraga, atau kesehatan. Mereka ikut berperan dalam persiapan materi siaran, wawancara narasumber, dan diskusi dengan pendengar didalam maupun luar studio.

Pekerjaan sebagai penyiar juga merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Hal ini disebabkan karena penyiar biasanya berinteraksi langsung dengan pendengar dan mengetahui banyak tentang perubahan yang terjadi di masyarakat. Terutama sasaran khalayak dari station tempat dia bekerja.
Masih, banyak lagi hal-hal seru yang ada di bidang pekerjaan ini. Dan semuanya itu membutuhkan keseriusan dan kesungguhan. Secara singkatnya, pekerjaan sebagai penyiar pun memerlukan Profesionalisme. Jadi, jelaslah bahwa profesi penyiar seharusnya juga menjadi profesi yang tidak dianggap sepele. Dihargai dengan penghargaan yang tinggi. Kecuali anda bangga dikatakan sebagai penyiar ecek-ecek (baca:kacangan).

Bahwa Radio Deejay bukan hanya cuap-cuap membacakan request pendengar. Bukan hanya ngeruceh siapa penyanyi dan apa judul lagu. Lebih dari itu. Radio Deejay adalah seorang seniman, aktor/aktris, sahabat, leader, messenger, dan manusia kreatif.

Cheers

Menikah

Dimasa sekarang ini, amat beragam alasan orang-orang melakukan pernikahan. Ada yang karena untuk memenuhi keinginan atau hanya sekedar demi eksistensi sahaja. Namun setelah saya menyaksikan film dan membaca novel Ayat-ayat Cinta, saya jadi berpikir, apakah mungkin saya menikah dengan alasan ibadah? Jawabannya sudah saya temukan. yaitu bukan mungkin, tapi PASTI…! Dan akhirnya pertanyaan pun berganti. Dimana saya bisa mendapatkan wanita untuk saya jadikan istri yang memiliki alasan seperti halnya alasan seorang Aisha didalam novel AAC?

Sekarang ini, sulit sekali menemukan wanita seperti itu. Karena kebanyakan wanita zaman sekarang memiliki kekuatiran terhadap hal materi. Mereka takut tidak bisa bahagia tanpa materi yang cukup dan bahkan mungkin berlimpah.

Saya juga tidak mau jadi munafik. Kita tetap butuh materi untuk survive, apalagi berkeluarga. Tapi kenapa status yang amat sangat tinggi menjadi sangat penting dan sesuatu yang sulit dilawan? Sulit dilawan oleh orang-orang yang mau berusaha buat mensejahterakan dirinya dan orang yang dia sayang. Apa Siti Nurbaya aja belum cukup? Apa masih kurang? Apakah harta itu adalah segalanya?

Ingin sekali saya mendapatkan seorang perempuan baik lagi cantik yang mau menerima pinangan saya dan mau mengarungi bahtera rumah tangga karena ALLAH semata.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur 26)

“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka” (Al Hadits)

“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum 21)

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32)

namun saya sadar, bahwa ALLAH sudah mempersiapkan seorang wanita di bumi ini untuk saya nikahi. Dan saya tidak akan pernah berhenti untuk mencari. Saya ingin sekali memiliki tambatan hari yang penat dan teman kelak di akhirat.

Wallahu’alam bis’awab
Jazakallah khoiron

Selamanya

digelap malam yang ganjil
kebentangkan sajadah kearah kiblat
ceritaku kepada-Nya
belum sepatah kata pun keluar dari bibir ini
butiran hangat mengucur deras dari pelupuk mata
mempertanyakan sesuatu hal yang bergelayut di pundak
Apakah ini nyata?
Atau cuma mimpi sahaja?
terselip harap ini cuma bunga tidur
terlintas dikepala untuk hiraukan
tapi sulit
sangat sulit
tak mampu kupalingkan wajah hina ini
tak dapat kulemparkan dari tubuh lemah ini
tiap detik selalu menghantui
mencari solusi
mencari penyelesaian
Ya ALLAH…
mohon petunjuk arah buat kami
mohon kebaikan-Mu untuk tentukan jalan kami
mohon kuasa-Mu untuk lepaskan beban kami
mohon kebesaran-Mu untuk mempersatukan kami
mohon berkah-Mu untuk kebersamaan kami
kami tidak akan berpaling dari-Mu
cinta kami satu sama lain memang besar
tapi tidak sebesar cinta kami kepada-Mu
Ya ALLAH…
mohon keagungan-Mu untuk pengabulan doa kami
kami berdoa untuk kami
untuk mereka yang seperti kami
untuk semua yang sama seperti kami
kugulung sajadah membentang
tapi dalam imaji masih terurai dengan lapang
dari serpihan harap akan kehadirat-Mu
satukan kami
dunia
akhirat
selamanya…

terdedikasi untuk ‘dia’

Sound of Simple Desperation

You Could Be…

You could be my eyes when I’m blind
You could be my voice when i can’t speak
You could be my strength when i grow weak
You could be my savior when i am down

You could be the laugh when i got sad
You could be the tears when i am cry
You could be the hero when I’m in need
You could be the angel inside my world

You could be the shelter when the storm is come
You could be the words inside my song
You could be the light when darkness is around
You could be the road inside my world

Would you be here with me?
Would you be my forever love?
You could be my world
Would you be my wife…?

dedicated for someone out there that expecting pure and simple kind of love.

Harta Karun

Ada yang mengatakan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan segudang potensi yang akan membawa kita kepada kesuksesan, keberhasilan, dan apalah namanya. Potensi itu diibaratkan sebagai harta karun yang terpendam. Seperti tambang emas yang tidak terlihat dan terdeteksi apabila kita tidak mencarinya. Seperti semburan minyak yang tidak akan keluar tanpa kita menggali lebih dalam lagi. Bersyukurlah kita, Tuhan menciptakan kita dengan segala kelebihannya. Hanya saja terkadang kita belum paham benar bagaimana cara membangkitkan ‘raksasa’ bernama potensi yang ada didalam diri kita masing-masing.

Ada beberapa tipikal manusia didalam kehidupan ini. Mereka adalah :

1. Manusia yang pas-pasan ; Mereka ini adalah manusia yang terlalu cepat puas dengan hasil yang sudah didapat saat itu. Mereka seringkali lupa kalau ‘diatas langit, masih ada langit lagi’. Terkadang mereka merasa sudah cukup yang mereka dapatkan. Dan membuat takaran sukses sendiri saja, tanpa melihat keadaan sekeliling yang masih terus maju kedepan.

2. Manusia tong kosong ; Tipikal manusia ini adalah manusia yang tidak mau terlihat dungu, padahal mereka sudah jelas-jelas adalah orang bodoh. Mereka selalu bersembunyi dibalik kekuatan tertentu untuk menutupi kelemahan mereka. Biasanya, tipikal manusia ini adalah manusia penindas. Mereka lebih banyak membual dan membuat banyak omong kosong. Dan saat tertangkap basah mereka ternyata adalah tidak lebih dari sekedar pembual, maka mereka akan bereaksi.

3. Manusia Maju ; Nah, untuk tipe ini adalah tipe yang ideal. Mereka selalu mencari sesuatu yang baru saat tujuan mereka sudah terpenuhi. Mereka tidak pernah berhenti mengejar sesuatu yang mereka anggap baik dan sesuai dengan kapasitas mereka. Mereka juga biasanya selalu mendengarkan opini orang lain – baik yang bersifat saran ataupun kritik – dengan anggapan, hal tersebut adalah suntikan doping untuk mencapai tujuan mereka. Tipikal manusia ini adalah manusia yang mampu untuk mengendalikan emosi dan hatinya, bukan sebaliknya.

Dari beberapa tipikal manusia yang sementara ini telah saya rumuskan, termasuk tipikal apakah anda?

Mungkin terlalu singkat untuk mengambil kesimpulan dimanakah dan siapakah kita berada. Tapi paling tidak, kita harus menyadari terlebih dahulu mengenai potensi diri kita. ‘Berkah’ yang diberikan Tuhan kepada kita. Sesuatu yang harus terus digali tanpa lelah. Bukan memaksakan diri untuk menjadi sukses seperti orang lain yang telah sukses. Karena suatu kesuksesan milik orang lain, belum tentu akan mendatangi kita. Karena jalan hidup setiap orang adalah berbeda-beda bukan?

Tapi sempat ada yang pernah bicara kepada saya, bahwa dia sudah tidak produktif lagi karena faktor usia. Yang lainnya bilang, karena faktor kesehatan. Dan beberapa alasan lain yang saya lupa. Sebenarnya, potensi diri kita ini adalah tidak terbatas. Hal ini ada korelasinya dengan kebutuhan hidup, perkembangan zaman, tuntutan keadaan. Bahkan, semakin tua, potensi yang dimiliki pun akan semakin matang. Dan saya sangat tidak suka dengan orang-orang yang menggunakan keterbatasan dirinya sebagai tameng untuk berpangku tangan. Anda pernah menyaksikan tayangan TV yang memperlihatkan orang yang tidak punya tangan bisa melukis. bukankah itu sangat hebat? Bagaimana dengan kita yang masih memiliki tangan yang lengkap dan sehat?

Contoh yang paling simple adalah diri saya sendiri. Saya diberikan oleh Tuhan sebuah penyakit yang akhirnya merebut salah satu pendengaran saya. Segala cara tidak bisa berguna untuk mengembalikan pendengaran saya. Pendengaran saya tidak stereo. Tidak seperti telinga anda. Tidak seperti telinga teman-teman saya. Tidak seperti telinga orang-orang yang sering menghina kekurangan saya. Tapi, dengan belajar dan terus menggali – walau dengan satu pendengaran saja – saya mampu menjadi seorang Disc jockey, Sound Engineering. Bukankan itu merupakan bukti kuat bahwa, dibalik segala kekurangan terdapat banyak sekali kelebihan. Sesuatu yang sudah ada didalam diri kita sejak kita lahir. Sesuatu yang ‘tertidur’ selalu bilamana tidak kita bangunkan.

Jadi, bangunkanlah raksasa didalam diri kita. Jangan biarkan dia terus tertidur dan pada akhirnya tidak memberikan kontribusi apa-apa untuk kita. Apakah anda rela untuk menghadap Tuhan dengan belum memaksimalkan potensi anda? Apa jawaban anda saat ditanya “Apa saja yang sudah kamu lakukan semasa hidup?”